Total Tayangan Halaman

Mengenai Saya

Foto saya
Saya hanya seorang guru dan ibu dari 2 orang anak yang ingin berbagi pengalaman dari sedikit ilmu yang saya punya, semoga bermanfaat.

Sabtu, 26 September 2020

Totto Chan

            

                   Saya bukan seorang penulis, tapi saya sangat menyukai dan menghargai apa yang orang lain tulis. Kali ini saya hanya ingin berbagi sebuah buku tentang kisah seorang anak yang bernama Totto Chan. Mengapa Totto Chan ?  karena menurut saya buku ini sangat bagus buat dibaca terutama untuk para guru dan orang tua. Buku Totto Chan ini di tulis oleh Tetsuko Kuroyanagi dengan judul "The Little Girl At The Window" Tahun 1981. 

                   Totto Chan sendiri adalah sebuah kisah nyata yang di tulis sendiri oleh penulisnya yaitu Tetsuko Kuroyanagi. Dimana Totto Chan adalah seorang gadis cilik yang mempunyai kepribadian yang unik, mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan pandai. Karena rasa ingin tahunya yang besar maka seringkali Totto Chan mendapatkan masalah di sekolah. Inilah yang membuat saya tertarik dengan buku ini, dimana seorang guru seharusnya dapat mengenal karakter anak dan bukannya harus menuntut anak untuk mengikuti kemauan guru ketika harus melakukan ini dan itu. Beruntungnya Totto Chan mempunyai seorang ibu yang luar biasa. Dia sangat mengenal karakter Totto Chan seperti apa, hingga sang ibu mencarikan sekolah yang memang sesuai dengan karakter dan kepribadian Totto Chan.

                 Pokoknya keren banget deh bukunya. he...he...he..


 

Selasa, 22 September 2020

BUDAYAKAN ANTRI

                Tanamkan pendidikan moral dan karakter sejak dini. Seperti budayakan antri. Mungkin kegiatan antri hal yang sepele bagi sebagian orang, tapi sesungguhnya kegiatan antri mempunyai pembelajaran yang luar biasa pada anak, jika budaya antri di terapkan anak sejak dini. Budaya antri memberikan informasi  dan memberikan pengarahan pada anak maka anak akan mendapatkan cara untuk berperilaku dengan benar jika dipraktekkan dengan benar.


               Selain itu, anak belajar bagaimana cara membina hubungan dengan seseorang secara baik seperti saling menghargai, kerjasama, tolong menolong, ketegasan, kewibawaan dan rasa hormat terhadap sesama, apalagi terhadap orang yang lebih tua .


                Seorang guru di Australia pernah berkata : "Kami tidak terlalu khawatir anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai Matematika". Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri". Mengapa demikian ?


1. Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk bisa matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran di balik proses mengantri.
2. Karena tidak semua anak kelak menggunakan ilmu matematika kecuali Tambah, Kali, Kurang, dan Bagi. Sebagian anak akan menjadi Penari, Atlet, Musisi, Pelukis dsb.
3. Karena semua murid sekolah pasti lebih membutuhkan pelajaran Etika, Moral dan Ilmu berbagi dengan orang lain saat dewasa kelak.


                    Banyak pelajaran penting di balik budaya "MENGANTRI"
1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya jika ia mendapat antrian di tengah atau di belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal.
4. Anak belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain.
5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri).
6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di antrian.
7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
9. Anak belajar disiplin, teratur, dan menghargai orang lain.
10. Anak belajar RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.


                     Faktanya di Indonesia...
Banyak orang tua justru mengajari anaknya dalam masalah mengantri dan menunggu giliran, sebagai berikut :


1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk "MENYUSUP" ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi, dan berkata "sudah cuek aja, pura-pura ga tau aja !"
2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata "Dasar penakut", karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
3. Ada orang tua yang memakai taktik atau alasan agar dia atau anaknya diberi jatah antrian terdepan, dengan alasan anaknya masih kecil, capek, rumahnya jauh, orang tak mampu, dsb.
4. Ada orang tua yang marah-marah karena dia atau anaknya ditegur gara-gara menyerobot antrian orang lain, lalu ngajak berkelahi si penegur.


                  Yuk, kita ajari anak-anak kita, kerabat dan saudara untuk belajar etika sosial, khususnya disiplin antri.

                





Minggu, 02 Agustus 2020

KEGIATAN BDR SELAMA PANDEMI COVID 19

Kondisi ini tentu tidak mudah dilalui dan beresiko memunculkan berbagai tantangan baru dalam proses belajar mengajar. Situasi pandemi membuat masyarakat harus berada di rumah saja, termasuk anak-anak bersekolah di rumah atau bersekolah virtual. Ketika menjalani sekolah virtual, baik guru, murid, dam orang tua sebaiknya saling bersinergi agar bisa menentukan cara efektif belajar selama pandemi.

Diharapkan para orangtua bisa berperan  aktif dalam kegiatan sekolah virtual yang dilakukan di rumah. Keberhasilan seorang anak dalam belajar bukan hanya tugas guru disekolah, melainkan butuh kolaborasi antara orangtua dan anak. 





Minggu, 19 Juli 2020

Filantropis Cilik Lazismu

TK ABA 23 GDC kali ini bekerja sama dengan Lazismu dalam program Filantropis Cilik, mengajak anak-anak untuk berbagi kepada teman sebaya mereka. Donasi filantropi cilik ini akan diwujudkan dalam bentuk bantuan tas sekolah untuk anak-anak yang kurang mampu di berbagai pelosok tanah air. Kegiatan ini harus ditanamkan sejak kecil agar rasa simpati terbentuk menjadi karakter yang melekat hingga anak dewasa. 


Kunjungan TK ABA 23 GDC di Taman Herbal Insani



Sekilas tentang Taman Herbal Insani.

Taman Herbal Insani sendiri menggabungkan konsep taman herbal dengan taman wisata yang ramah lingkungan untuk keluarga. Tidak hanya itu, taman ini dibuat sebagai sarana memperkenalkan pada masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat. Banyak manfaat dan pembelajaran yang didapat oleh anak-anak seperti, mengenal alam sekitar, mengenal berbagai macam tumbuhan terutama tanaman herbal yang dibuat untuk dijadikan obat. Selain itu anak juga dapat melihat binatang peliharaan seperti kelinci, ayam, kura-kura, ikan dan burung.



Di taman Herbal Insani juga terdapat banyak wahana olah raga seperti memanah, mendayung, dan berenang. Anak-anak sangat antusias dalam mengikuti kegiatan bersama ini, pastinya sangat berkesan buat anak dalam pembelajaran outhing class kali ini.




Rabu, 27 Juni 2018

PEMERIKSAAN KESEHATAN GIGI


kayyis
            
Alfatih
Rfa Banu
      Dalam pemeriksaan kesehatan gigi kali ini sekolah kami bekerja sama dengan PKU Muhammadiyah untuk pemeriksaan kesehatan gigi anak-anak. Sebelum pemeriksaan biasanya Dokter melakukan penyuluhan terhadap anak-anak, tentang bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar, sebaiknya menyikat gigi 2-3 kali dalam sehari (pagi, selesai makan dan sebelum tidur). Anak-anak juga di beri kesempatan untuk memperaktekkan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Anak-anak tentu saja sangat antusias, Dokter pun tidak lupa mengadakan tanya jawab. Ternyata banyak anak-anak yang ingin bertanya.

          Banyak orang tua yang mengabaikan kesehatan gigi anaknya, mereka beranggapan jika gigi anak nantinya akan tanggal atau lepas sehingga tidak terlalu penting untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan. Padahal gigi susu juga sangat berpengaruh terutama pada masa tumbuh kembang anak. Anak dengan kondisi gigi yang baik secara langsung akan berpengaruh pada kesehatannya. Kesehatan gigi yang terganggu akan membuat dan berdampak kurang baik bagi anak, misalnya ketika anak mengalami sakit gigi akan mempengaruhi pola makan, jika keluhan itu berlangsung lama maka akan berdampak pada perkembangan fisiknya. Begitu juga akan mengganggu aktivitas belajar dan bermain anak serta masih banyak hal lain pada anak yang ikut terpengaruh. Perlu kita ketahui, gigi anak itu memiliki struktur yang rentan, misalnya lubang kecil pada gigi anak jika tidaj ditangani maka akan cepat sekali membesar dan merusak gigi. 

     Oleh karena itu jika kita memiliki buah hati, rutinlah untuk memeriksakan gigi, sehingga dapat mendeteksi setiap permasalahan gigi, sehingga dapat mendeteksi setiap permasalahan gigi secara dini. Kita bisa pergi ke puskesmas, rumah sakit atau praktek dokter gigi secara berkala, meskipun anak tidak memiliki keluhan tidak ada salahnya jika sekedar konsultasi.


         

kenzo


Kholif habibi

Memperingati hari kartini

Kevin dan Nadia

Refaizar
Seperti yang kita ketahui, R.A. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan wanita pribumi yang menyatakan bahwa wanita sederajat dengan pria. Kontribusinya dalam kebangkitan nasional pada masa itu begitu besar dan ia menjadi sosok perempuan yang dikagumi sampai sekarang. Memang kartini sudah lama meninggal, tapi bukan berarti Indonesia sekarang tidak memiliki wanita sehebat Kartini. nyatanya ada banyak sekali perempuan tanah air di jaman sekarang yang sangat dikagumi karena mereka berkontribusi besar dalam pembangunan negara. Untuk kali ini sekolah kami mengangkat Tema : Profesi untuk memperingati hari Kartini.                                                  



           ini adalah salah satu contoh kami dalam perkenalkan bermacam-macam profesi. Apapun cita-cita kalian nantinya smoga menjadi para gererasi yang dapat membanggakan kedua orang tua, guru, dan mengharumkan nama Bangsa. Doa kami selalu menyertai kalian.




Kenzo
Aila
Fatih
Jawhara
Ahsan